DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA


KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR : 128/KMK.00/1993


T E N T A N G


PEMBERIAN FASILITAS IMPOR ATAS IMPOR BARANG MODAL DALAM
RANGKA USAHA PENYEDIAAN TENAGA LISTRIK OLEH SWASTA


MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : a. bahwa berdasarkan Pasal 6 ayat (2) Keputusan Presiden Nomor 37 Tahun 1992, atas impor barang modal untuk usaha penye- diaan tenaga listrik oleh swasta diberikan faslitas bea masuk dan perpajakan ;
b. bahwa sehubungan dengan hal tersebut, dipandang perlu mengatur tata cara pemberian fasilitas pembebasan bea masuk dan atau Bea Masuk Tambahan, penangguhan pembayaran Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah
serta Pajak Penghasilan Pasal 22 impor atas impor barang modal bagi usaha penyediaan tenaga listrik oleh swasta tersebut, dengan Keputusan Menteri Keuangan;
Mengingat : 1. Indische Tariefwet (Stbl. 1873 Nomor 35), sebagaimana telah diubah dan ditambah;
2. Rechten Ordonnantie (Stbl. 1931 Nomor 471), sebagaimana telah diubah dan ditambah);
3. Bedrijfsreglementerings Ordonantie 1938 (Stbl. 1938 : 86) sebagaimana telah beberapa kali diubah dan ditambah);
4. Undang-undang Nomor 1 Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing (Lembaran Negara Tahun 1967 Nomor 1, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2818) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 11 Tahun 1970 (Lembaran Negara Tahun
1970 Nomor 46, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2943);
5. Undang-undang Nomor 6 Tahun 1968 tentang Penanaman Modal Dalam Negeri (Lembaran Negara Tahun 1968 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2853) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 1970 (Lembaran Negara Tahun 1970 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2944);
6. Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (Lembaran Negara Tahun 1983 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3262);
7. Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan (Lembaran Negara Tahun 1983 Nomor 50, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3263) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1991 (Lembaran Negara Tahun 1991 Nomor
93, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3459);
8. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang Dan Jasa dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (Lembaran Negara Tahun 1983 Nomor 51, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3264;
9. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 1969 tentang pembebanan Atas Impor (Lembaran Negara Tahun 1969 Nomor 7) jo.Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1973 (Lembaran Negara Tahun 1973 Nomor 4);
10. Peraturan pemerintah Nomor 22 Tahun 1985 tentang Pelaksanaan Undang-undang Pajak Pertambahan Nilai 1984 (Lembaran Negara Tahun 1985 Nomor 28, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3287) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan
Pemerintah Nomor 76 Tahun 1991 (Lembaran Negara tahun 1991 Nomor 98, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3463);
11. Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 1986 tentang Bea Masuk Tambahan Atas Impor Barang (Lembaran Negara Tahun 1986 Nomor 69) :
12. Keputusan Presiden RI Nomor 64/M Tahun 1988 tentang Pelak- sanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara;
13. Keputusan Presiden RI Nomor 37 Tahun 1992 tentang Usaha Penyediaan Tenaga Listrik Oleh Swasta;
14. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 290/KMK.01/1977 tentang Pelimpahan Wewenang Pemberian Fasilitas Pembebasan dan Keringanan Perpajakan, Bea Masuk dan Pajak Penjualan Impor kepada Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal Dalam Rangka Undang-undang Penanaman Modal Asing dan Penanaman Modal Dalam Negeri;
15. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 1441b/KMK.04/1989 tentang Pengkreditan Pajak Masukan;

M E M U T U S K A N

Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG PEMBERIAN FASILITAS IMPOR ATAS IMPOR BARANG MODAL DALAM RANGKA USAHA PENYEDIAAN TENAGA LISTRIK OLEH SWASTA

Pasal 1

(1) Yang dimaksud dengan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik oleh swasta adalah semua usaha penyediaan tenaga listrik yang diselenggarakan oleh badan usaha swasta termasuk koperasi selaku Pemegang izin Usaha Ketenagalistrikan Untuk Kepentingan Umum.
(2) Yang dimaksud dengan Barang Modal adalah mesin dan peralatan baik dalam keadaan terpasang maupun terlepas, yang mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun yang dipergunakan secara langsung dalam kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik, termasuk suku cadang yang dimasukan bersama-sama dengan barang modal sepanjang nilainya tidak melebihi 5% dari nilai barang modal, dianggap sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari barang modal.
(3) Barang Modal sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) tidak termasuk suku cadang dan alat-alat yang pengeluaran biayanya dilakukan setiap tahun.
(4) Perincian Barang Modal sebagaimana dimaksud dalam ayat (2), adalah daftar kelompok sistem sebagaimana tercantum dalam lampiran I dan daftar unit peralatan sebagaimana tercantum dalam lampiran II Keputusan ini.

Pasal 2

Atas impor Barang Modal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 diberikan fasilitas berupa :
a. Pembebasan pembayaran Bea Masuk dan atau Bea Masuk Tambahan;
b. Tidak dipungut pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 Undang-undang Pajak Penghasilan 1984;
c. Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPN dan PPn.BM) yang terhutang ditangguhkan.

Pasal 3

Fasilitas impor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 dapat diberikan, dengan syarat :
a. Atas impor Barang Modal oleh badan usaha swasta dalam rangka Penanaman Modal Asing atau Penanaman Modal Dalam Negeri, harus tercantum dalam Daftar Induk yang diter- bitkan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal;
b. Atas Impor Barang Modal oleh badan usaha swasta termasuk koperasi selain badan usaha sebagaimana dimaksud pada huruf a, harus tercantum dalam Daftar Induk yang diter- bitkan oleh Direktur Jenderal Listrik dan Pengembangan Energi, Departemen Pertambangan dan Energi.

Pasal 4

Verifikasi atas Daftar Induk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dilaksanakan oleh PT (Persero) Superintending Company of Indonesia (Sucofindo).

Pasal 5

(1) Permohonan fasilitas impor untuk Penanaman Modal Asing dan Penanaman Modal Dalam Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf a diajukan kepada Ketua Badan Koor- dinasi Penanaman Modal.
(2) Berdasarkan permohonan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal memberikan keputusan pemberian fasilitas berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 290/KMK.01/1977, yang salinannya disampaikan kepada Direktur Jenderal Pajak, Direktur Jenderal Bea dan Cukai dan Direktur Jenderal Listrik dan Pengembangan Energi.
(3) Permohonan fasilitas impor sebagaimana diamksud dalam Pasal 3 huruf b diajukan kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai dengan melampirkan dokumen-dokumen yang meru- pakan persyaratan sebagai berikut :
a. foto copy ijin prinsip dari Menteri Pertambangan dan Energi yang telah ditandasahkan oleh Direktur Tenaga Listrikl Swasta;
b. Daftar Induk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf b.
(4) Berdasarkan permohonan sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) Direktur Jenderal bea dan Cukai atas nama Menteri Keuangan memberikan Keputusan pemberian fasilitas dimaksud, yang salinannya disampaikan kepada Direktur Jenderal Pajak dan Direktur Jenderal Listrik dan Pengembangan Energi.

Pasal 6

(1) Jumlah Bea masuk dan atau Bea Masuk Tambahan yang dibe- baskan, Pajak Pertambahan Nilai dan atau Pajak penjualan Atas Barang Mewah yang telah diberikan penangguhan harus disetor ke Kas Negara apabila Barang Modal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ternyata :
a digunakan untuk kegiatan yang tidak sesuai dengan ketentuan Pasal 1;
b. dijual atau dipindahtangankan kepada pihak lain, baik sebagian maupun seluruhnya.
(2) Besarnya Bea Masuk dan atau Bea Masuk Tambahan yang ha- rus dibayar sebagaimana dimaksud dalam ayat(1) dikenakan berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
(3) Besarnya pajak pertambahan Nilai dan atau Pajak Penjual- an Atas Barang Mewah yang harus disetor sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), dihitung dan dilaksanakan sesuai ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 1441b/KMK.04/1989.
(4) Dalam hal Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah yang ditangguhkan dikreditkan serta Pajak Penghasilan Pasal 22 impor yang tidak dipungut diperhitungkan dalam SPT Tahunan, maka PPN dan PPn BM serta PPh Pasal 22 impor ditagih kembali.

Pasal 7

Pelaksanaan teknis lebih lanjut Keputusan ini dilaksanakan oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai dan Direktur Jenderal Pajak baik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing.

Pasal 8

Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dan mempunyai daya laku surut terhitung sejak tanggal 9 Juli 1992.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Keputusan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.
Ditetapkan di : J A K A R T A
pada tanggal : 10 Pebruari 1993

MENTERI KEUANGAN

ttd.

J.B.SUMARLIN


LAMPIRAN I
KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN
NOMOR : 128/KMK.00/1993
TANGGAL : 10 Pebruari 1993

DAFTAR BARANG MODAL
DALAM KELOMPOK SISTEM

KODEKELOMPOK/SUB-KELOMPOK DISKRIPSI / SISTEM
LEVEL SISTEM
KELOMPOK A Instalasi jaringan dan distribusi (Grid and distribution plants)
AB Instalasi >420 kV (>420kV-plants)
AC Instalasi 380-(420) kV (380-(420) kV - plants)
AD Instalasi 220-(245) kV (220-(245) kV - plants)
AE Instalasi 110-(150) kV (110-(150) kV - plants)
AF Instalasi 60-(72) kV (60-(72) kV - plants)
AG Instalasi 45-(50) kV (45-(50) kV - plants)
AH Instalasi 30-(35) kV (30-(35) kV - plants)
AJ Instalasi 20-(25) kV (20-(25) kV - plants)
AK Instalasi 10-(15) kV (10-(15) kV - plants)
AL Instalasi 6-(5) kV (6-(5) kV - plants)
AM Instalasi 1-(3) kV (1-(3) kV - plants)
AN Instalasi <1 kV (<1kV-plants)
AP meja kontrol (Control desks)
AQ peralatan untuk pengukuran dan meter (Equipment for measuring and metering)
AS Panel-panel dan kubikel non terpusat (Decentralized panels and cubicle)
AT Transformator (Transformers)
AU Peralatan untuk kontrol, penunjuk posisi dan peralatan bantu (Equipment for control, position indicator and auxiliary equipment)
AV Rak marshal (Marshalling racks)
AW Panel instrumen (Instrumen panels)
AX Peralatan terpusat (Centralized equipment), contoh computer proses
AY Peralatan komunikasi (Communication equipment)
KELOMPOK B Transmisi daya dan Sumber daya bantu (Power transmission and auxillary power supply)
BA Transmisi Daya (Power transmission)
BB Transformator dan distributor tegangan tinggi, sistem normal (High-voltage distribution and transformer, normal system)
BC Transformator dan distributor tegangan tinggi, maksud umum (High-voltage distribution and transformer, general purpose)
BD Transformator dan distributor tegangan tinggi, sistem daya darurat diesel (High-voltage distribution and transformer, diesel-emergency power system)
BF Transformator dan distributor utama tegangan rendah, sistem normal (Low-voltage main distribution and
transformer, normal system)
BH system Transformator dan distributor utama tegangan rendah, maksud umum (Low-voltage main distribution and transformer, General Purpose)
BJ Transformator dan distributor tegangan rendah, sistem normal (Low-voltage distribution and transformer, normal system)
BL Transformator dan distributor tegangan rendah, maksud umum (Low-voltage distribution and transformer, general purpose)
BM Distribusi tegangan rendah, sistem daya darurat diesel (Low-voltage distribution, diesel-emergency power system)
BT Sistem baterai (battery systems)
BU Papan distribusi DC, sistem normal (DC Distribution board, normal system)
BV Papan distribusi DC, sistem darurat (DC Distribution board, emergency system)
BX Sistem suplai cairan untuk peralatan kontrol dan pengamanan (Fluid supply system for control and protection
BY Peralatan kontrol dan pengamanan (Control and protection equipment)
KELOMPOK C System kontrol dan instrumentasi (Instrumentation and system control)
CA Interlok pengaman (Protective interlocking)
CB Kontrol kelompok fungsional, kontrol parsial
(Functional group control, partial control)
CC Pengkondisi sinyal biner (Binary signal conditioning)
CD Peralatan kontrol (Drive control)
CE Peralatan penunjuk (Announciation)
CF Pengukuran, rekaman (Measurement, recording)
CG Kontrol analog, tidak termasuk sistem penggerak
(Analog control, not including actuator)
CH Pengamanan (di luar pengamanan reaktor) Protection (excluding reactor protection)
CJ Kontrol level unit (unit Control level)
CK Sistem komputer proses (Process computer system)
CL Pengamanan reaktor (Reactor Protection)
CU Kontrol analog, sistem penggerak (Analog control,
actuators)
CV Rak marshal (Marshalling racks)
CW Ruang kontrol (Control rooms)
CX Konsole atau panel-panel kontrol lokal (Local control panels or consoles)
CY Peralatan komunikasi (Communication equipment)
KELOMPOK E Suplay bahan bakar konvensional dan peralatan pembuangan sisa bahan bakar (Conventional fuel supply and residue disposal equipment)
EA Sistem pengangkutan dan penyimpanan batubara (Coal transport and storage system)
EB Pemrosesan bahan bakar secara mekanis, penghancuran, penyampuran dan pengeringan, (Mechanical coal processing, coal pulverizing, mixing, drying)
EC Sistem distribusi batubara (Coal distribution system)
ED Pemrosesan batubara secara kimia termasuk sistem pembuangan sisa bahan bakar, contoh instalasi pembuangan belerang (Chemical coal processing including residue removal, e.g. desulphurisation plant)
EE Konversi batubara (Coal conversion)
EG Suply bahan bakar minyak (Fuel oil supply)
EH Pemrosesan minyak secara kimia termasuk sistem pembuangan sisa bahan bakar, Chemical coal processing including residue removal)
EK Suply gas (Gas Suplly)
EL Suply gas secara kimia termasuk sistem pembuangan sisa bahan bakar (Chemical gas supply including residue removal)
EN Suply bahan bakar lainnya (Supply of other fuels)
EP Pemrosesan untuk bahan bakar lain (Treatment of other fuels)
EQ Konversi bahan bakar lain (Concersion of other fuels)
ER Suply bahan bakar untuk pengapian (Ignition fuel supply)
ET Instalasi pengambilan, penyimpanan dan pembuangan abu (Ash removal, storage and disposal plant)
EU Sistem pemrosesan untuk bahan bakar sisa pembakaran, sisa pemrosesan bahan bakar, sisa konversi bahan bakar, sisa pembersihan gas bahan bakar (Processing system for combustion residues, fuel processing residues, fuel conversion residues, fuel gas cleaning residues)
KELOMPOK F Peralatan penanganan nuklir (Handling of nuclear equipment)
FA Penyimpanan dari pasangan bahan bakar dan komponen-
komponen radioaktif lainnya, termasuk breeder dan elemen reflektor (Storage of fuel assemblies and other radioactive)
FB Penanganan dari pasangan bahan bakar dan inti internal reaktor lain, termasuk breeder dan elemen reflektor
(Handling of fuel assemblies and other reactor core
internals, also breeder and reflector elements)
FC Peralatan pengisian kembali dan transportasi untuk pasangan bahan bakar dan internal reaktor lainnya, termasuk breeder dan elemen reflektor (Refuelling and transportation eguipment for fuel assemblies and other reacor core internal, also breeder and reflector elements)
FJ Peralatan untuk pendirian dan inspeksi pemeliharaan Equipment for erection and in-service inspections
FX Supplay media untuk peralatan pengaman kontrol "open closed loop" (Medium supplay for open closed loop control protection equipment)
KELOMPOK G Suplay dan pembuangan air (Water supply and discharge)
GA Sistem suplay air yang belum diolah (Raw water supply system)
GB Pengolahan dekabornasi, tidak termasuk pengolahan air dengan menara pendingin (Treatment decarbonization, excluding cooling tower make-up water treatment)
GC Pengolahan demineralisasi (Treatment demineralization)
GD Pengolahan, lain-lain (Treatment, others)
GH Sistem distribusi, tidak termasuk air minum dan air pendingin (Distribusi systems, not drinking water, not cooling water)
GM Sistem pengumpulan dan pembuangan air limbah operasi (Operational waste collecting and drain systems)
GN Pengolahan air limbah operasi (Operational waste water treatment)
GQ Sistem pengumpulan dan pembuangan air limbah domestik (Domestic waste water collecting and drain systems)
GR Pengolahan air limbah domestik (Domestic waste water treatment)
GT Pemulihan air limbah (Water recovery from waste waters)
GU Sistem pengumpulan dan pembuangan air hujan (Rain water collecting and drain systems)
GV Pengolahan air hujan (Rain water treatment)
KELOMPOK H Pembangkitan panas konvensional (Conventional heat Generation)
HA Sistem tekanan (Pressure system)
HB Struktur penunjang, pelapisan (Support stucture, sheating)
HC Peralatan pembersih untuk permukaan pemanas pada sisi gas asap (Cleaning equipments for heating surface on the flue gas side)
HD Pembuangan abu dan terak (Ash and slag removal)
HF Bunker, feeder dan sistem penghancuran (Bunker, feeder and pulverizing system)
HH Pengapian Utama (Main firing)
HJ Peralatan api pengapian, bila terpisah (Ignition firing equipment, if separate)
HL Sistem udara pembakaran (Combustion air system)


KODE KELOMPOK/SUB-KELOMPOK DISKRIPSI/SISTEM
HM Sistem pemanasan dengan gas (untuk sistem tertutup), (Gas heater system (for closed system)
HN Pembuangan gas asap (tanpa pengolahan gas asap), Flue gas exhaust (without flue gas treatment)
HP Pemisah debu secara mekanis (Mechanical dust separation)
HQ Precipitator elektrostatik (Electrostatic Precipitator)
HR Pembersih gas asap, proses adsortip (Flue gas scrubbing, adsorptive process)
HS Pembersih gas asap, proses katalitik (Flue gas scrubbing, catalityc process)
HT Pembersih gas asap, F.G.D (Flue gas scrubbing, F.G.D)
H Pembangkitan panas konvensional (Conventional heat generation)
HU Peralatan kontrol, pengatur, pengaman (Control, regulation, protection equipment)
KELOMPOK J Pembangkitan panas nuklir (Nuclear heat generation)
JA Sistem tekanan reaktor (Reactor pressure system)
JB Peralatan internal bejana tekan reaktor (Reactor pressure vessel internals)
JD Peralatan kontrol dan *shut down* reaktor (Reactor control and shut down equipment)
JE Sistem pendingin reaktor (Reactor coolant system)
JF Sistem moderator (Moderator system)
JG Sistem pendingin sekunder hanya untuk instalasi yang didinginkan dengan sodium (Secondary coolant system applies to sodium- cooled plants only)
JK Inti reaktor dengan peralatannya (Reactor core with accessories)
JM Peralatan internal dan bagian luar reaktor (Reactor containment and internals)
JN Sistem pembuangan sisa panas dari sistem pendingin reaktor (Residual heat removal system for reactor coolant system)
JR Sistem pengaman reaktor (Reactor protection system)
JY Peralatan kontrol, pengatur, pengaman (Control, regulation, protection equipment)
KELOMPOK K Sistem bantu reaktor (Reaktor auxiliary systems)
KA Sistem pendinginan komponen (Component cooling systems)
KB Pengolahan pendingin (Coolant treatment)
KH Sistem pemanasan area terkontrol, bukan listrik (Controlled-area trace heating systems, non electric)
KJ Sistem pendingin area terkontrol (Controlled- area refrigerant systems)
KL Sistem ventilasi dalam area terkontrol (Ventilation systems in controlled area)
KP Penanganan limbah radioaktif (radioactive waste handing
KR Sistem suplay dan pembuangan gas area terkontrol (Controlled-area gas supply and disposal systems)
KT Sistem pembuangan nuklir (Nuclear drain and vent systems)
KU Sistem pengambilan contoh nuklir (Nuclear sampling systems)
KW Suplay media pembersih dan media penyegelan (Seal medium and flushing medium supply)
KELOMPOK L Siklus uap, air, gas (Steam, water, gas cycles)
LA Sistem pemasukan air (Feed water system)
LB Sistem uap (Steam system)
LC Sistem kondensat (Condensate system)
LD Pemurnian kondensat (Condensate purification)
LF Instalasi gabungan untuk siklus uap, air, gas (Common installations for steam, water, gas cycles)
LK Siklus gas sistem tertutup, pemurnian gas (Gas cycle, closed system, Gas purification)
LL Sistem Pemurnian gas (Gas purification system)
LN Sistem pemakaian air untuk pembangkit listrik tenaga air (Water retaining for hydro-electric power plant)
LP Sistem Pemasukan untuk Pembangkit Tenaga Air (Intake system for hydro-electric power plant)
LQ Sistem Pengeluaran untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (Outlet system for hydro-electric power plant)
LR Sistem By-pass untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air
(By-pass system for hydro-electric power plant)
LS Instalasi-instalasi gabungan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (Common installations for hydro-electric power plant)
LW Sistem suplai cairan penyekat untuk siklus uap, air, gas (Sealling fluid supply system for steam, water, gas)
LY Peralatan kontrol, pengatur dan pengaman (Control, regulation, protection equipment)
KELOMPOK M Kelompok Mesin Utama (Main machine sets)
MA Instalasi Turbin Uap (Steam turbine plant)
MB Instalasi Turbin Gas (gas turbine plant)
ME Instalasi Turbin Hidrolik (Hydraulic turbine plant)
MF Instalasi Turbin Pompa dalam pembangkit listrik storage (Pump turbine plant in storage power station)
MG Instalasi Pemompaan Storage (Storage pumping plant)
MJ Instalasi Mesin Diesel (Diesel engine plant)
MK Instalasi generator (Generator plant)
ML Unit penggerak Listrik, termasuk motor generator (Electro-motive unit, also motor- generator)
MM Instalasi kompresor (Compressor plant)
MP Peralatan gabungan untuk mesin utama (Common equipment for main machine sets)
MR Instalasi mesin gas (Gas engine plant)
MV Sistem suplai pelumas (lubricant supply sistem)
MX Sistem suplai cairan kontrol (Control fluid supply system)
MY Peralatan kontrol, pengatur, dan pengaman (Control, regulation, protection equipment)
KELOMPOK P Sistem air pendingin (Cooling water systems)
PA Sistem air utama (Main water system)
PB Pengolahan air utama (Main water treatment)
PC Sistem pelayanan air untuk area konvensional (Service water system for conventional area)
PD sistem pemrosesan air area konvensional (Service water treatment system for conventional area)
PH Pengolahan air pendingin tertutup, area konvensional (Closed cooling water treatment, conventional area)
PG Sistem air pendingin tertutup untuk area konvensional (Closed cooling water system for conventional area)
PJ Pengolahan air pendingin tertutup, area nuklir
(Closed cooling water system, nuclear area)
PK Pengolahan air pendingin tertutup, area nuklir
(Closed cooling water treatment, nuclear area)
PM Sistem pendingin air tertutup untuk transformator (Closed cooling water system for transformer)
PS Sistem penyemburan ke bawah menara pendingin (Cooling tower blowdown system)
PU Peralatan gabungan untuk sistem air pendingin
(Common equipment for cooling water systems)
KELOMPOK Q Sistem bantu (Auxiliary systems)
QC Suplai kimia terpusat (Central chemical supply)
QE Sistem suplai dan pengiriman udara bertekanan, suplai udara (General compressed air and conveying, service water)
QF Suplai udara untuk keperluan umum (General control air supply)
QG Suplai gas pusat untuk rangkaian gas tertutup
(Central gas supply for closed gas circuits)
QH Pembangkit uap bantu (Auxiliary steam generation)
QJ Suplai gas terpusat (Central gas supply)
QK Sistem media pendingin (Cooling medium systems)
QL Rangkaian air, uap dan kondensat dari pembangkitan dan distribusi uap bantu (Feed water, steam and condensate circuits of auxiliary steam generation and distribution)
QM Sistem kelembaban udara (Air humidifying system)
QS Sistem pembuangan dan suplai minyak terpusat (Central oil supply and disposal system)
QU Sistem pengambilan contoh, area konvensional (Sampling systems, conventional area)
KELOMPOK S Sistem penunjang (Ancillary systems)
SC Sistem udara tekanan stationer (Stationary pressure air systems)
SD Sistem pemurnian stationer (Stationary purification systems)
SE Sistem gas pengelasan stationer (Stationary welding gas systems)
SF Sistem gas pemanasan dan pembakaran (Heating and combustion gas systems)
SG Sistem pengamanan api stationer (Stationary fire protection systems)
SM Peralatan angkat dan crane stationer, dipasang diatas peralatan (Stationary crane and lifting equipment, drive-over equipment)
SN Elevator (Elevators)
SP Instalasi rel (Railway installation)
SR Bengkel, gudang, laboratorium, dalam area terkontrol (Workshop, stores, laboratory, in controlled areas)
KELOMPOK U Struktur (Structures)
UA Struktur untuk peralatan jaringan dan distribusi (Structures for network and distribution equipment)
UB Struktur untuk transmisi daya dan suplai daya bantu
(Structures for power transmission and auxiliary power supply)


KODEKELOMPOK/SUB-KELOMPOK DISKRIPSI/SISTEM
UC Struktur untuk instrumentasi dan kontrol (Structures for instrumentation and control)
UE Struktur untuk pembuangan sisa dan suplai bahan bakar konvensional (Structures for conventional fuel supply and residues disposal)
UG Struktur untuk pembuangan dan pensuplaian air (Structures for water supply and disposal)
UH Struktur untuk pembangkitan panas konvensional (Structures for conventional heat generation)
UL Struktur untuk siklus uap, air, gas (Structures for steam, water, gas cycles)
UM Struktur untuk kelompok mesin utama
(Structures for main machine sets)
UN Struktur untuk distribusi energi proses
(Structures for process energy distribution)
UP Struktur untuk instalasi air pendingin contoh pemasukan air pendingin (Structures for cooling water plants, e.g. cooling water intake)
UQ Struktur untuk instalasi air pendingin contoh pemompaan dan pembuangan air pendingin (Structures for cooling water plants, e.g. cooling water pumping and discharge)
UR Struktur untuk instalasi air pendingin, contoh pendinginan sirkulasi ulang (Structures for cooling water plants, e.g. recirculation cooling)
US Struktur untuk instalasi penunjang (Structures for ancillary plants)
UU Struktur poros (Shaft structures)
UV Struktur untuk pemrosesan gas asap kimia
(Structures of chemical flue gas treatment)
KELOMPOK X Mesin-mesin besar, tidak termasuk kelompok mesin utama ((Large machines(not main machine sets))
XA Instalasi turbin uap (Steam turbine plant)
XB Instalasi turbin gas (Gas turbine plant)
XE Instalasi turbin hidrolis (Hydraulic turbine plant)
XJ Instalasi mesin diesel (Diesel engine plant)
XK Instalasi umum (General plant)
XL Unit penggerak listrik, termasuk motor- generator (Electro-motive unit also motor generator)
XP Peralatan gabungan untuk mesin-mesin besar (Common equipment for large machines)
XR Instalasi mesin gas (gas engine plant)
XV Sistem suplai pelumas (Lubricant supply system)
XX Sistem suplai cairan kontrol (control fluid supply system)
XY Peralatan pengaman dan kontrol (Control and protection equipment)
MENTERI KEUANGAN

ttd.

J.B. SUMARLIN


LAMPIRAN II
KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN
NOMOR : 128/KMK.00/1993
TANGGAL : 10 Pebruari 1993

DAFTAR BARANG MODAL
DALAM KELOMPOK PERALATAN

KODE UNIT UNIT PERALATAN (AGGREGATES)
LEVEL PERALATAN
A Unit Peralatan (Equipment units(Aggregates))
AA Katup dan penggeraknya, serta yang digerakkan secara manual (Valves including drive, also hand-operated)
AB Pemisahan, kunci, gerbang, pintu (Seclusions, locks, gates, doors)
AC Penukar kalor (Heat exchangers)
AE Peralatan pembelok, penggerak, pengangkat, pemutar, manipulator (Turning, driving, lifting and swiwel equipment, manipulators)
AF Ban pembawa kontinyu, saluran pengisisan, eskalator) (Continous conveyors, feeders, escalators)
AG Unit generator (generator units)
AH Unit pemanas dan pendingin (Heating and cooling units)
AJ Peralatan penggiling (Crushing equipment)
AK Peralatan penekan dan pengepakan (Pressing and packaging equipment)
AM Pencampur, pengaduk (Mixers, stirrers)
AN Pengembus, unit kompresor, pompa udara (Blower, compressor units, air pumps)
AP Unit pompa (pump units)
AS Unit pengencang dan kontrol akhir (Final control and and fastening unit)
AT Peralatan pemurnian, pengering, penyaring, pemisahaan, pengguncang (Purification, drying, filter, separation equipment, shaker)
AU Konvertor, bukan bersifat teknis listrik murni, penguat (Convertors, non-purely electrotechnical, amplifier)
AV Peralatan pembakaran mis. rangkabakar (Combustion equipment e.g. grates)
AW Peralatan pengolah, mesin-mesin perbengkelan, dapur pijardingin (Working-treating equipment, Workshop machines, annealing furnace)
AX Peralatan pengujian, kontrol dan pemantauan (Testing, control and monitoring equipment)
AZ Unit khusus, sambungan selang, rak api (Special units, hose connection, fire rack)
B Aparat (Apparatus)
BB Bejana dan tangki (Vessels and tanks)
BE Poros (shaft)
BF Pondasi (Foundations)
BG Ketel uap - permukaan pemanas (Boiler-heating surfaces)
BN Injektor, eyektor (Injectors, ejectors)
BP Peralatan pembatas aliran dan arus lewat, termasuk piringan ruptur, orilis (Flow ang throughout limitation equipment, also rupture disk, orifice)
BQ Pemegang, peralatan pembawa, penetrasi pipa, penyangga (Holders, carrying equipment, pipe penetrations,supports)
BR Pemipaan, selokan, corong pengisi, kompensators (Piping, ducts, chutes, compensators)
BS Peredam suara (Sound absorbers)
BT module converter katalitik gas asap (Flue gas catalytic converter modules)
BU Isolasi, pelapisan (Insulations, sheatings)
BY Pengontrol, unit kontrol (Controllers, control units)
C Rangkaian pengukur (Measuring circuits)
CB Pariabel radiasi (Radiation variabels)
CD Kerapatan (Density)
CE Kwantitas listrik (Electrical quantities)
CF aliran, arus lewat (Flow, throughout)
CG Jarak, panjang, posisi (Distance, length, position)
CH Input manual, diteksi api (Manual input, fire detector)
CJ Daya (Power)
CK Waktu (Time)
CL Ketinggian (Level)
CM Kelembaban (Humidity)
CP Tekanan (Pressure)
CQ Kwalitas, kwantitas, analisis, karakteristik bahan (Quality, quantities, analysis, material, characteristic)
CR Kwantitas radiasi (Radiation quantities)
CS Kecepatan, frekwensi (Speed, velocity, frequancy)
CT Suhu (Temperature)
CU Kwantitas gabungan (Combined quantities)
CV Kekentalan (Viscosity)
CW Berat, masa (Weight force, mass)
CX Flux netron, pengukuran daya reaktor (Neutron flux, reactor power measurement)
CY Getaran, exspansi (Vibration, expansion)
D Rangkaian kontrol lingkaran tertutup (Closed-loop control circuits)
DB Pariabel radiasi (Radiation variables)
DD Kerapatan (Density)
DE Kwantitas listrik (Electrical quantities)
DF Aliran, arus lewat (Flow, throughput)
DG Jarak, panjang, posisi (distance, length, position)
DJ Daya (Power)
DK Waktu (Time, duration)
DL Ketinggian (Level)
DM Kelembaban (Humidity)
DP Tekanan (Pressure)
DQ Kwalitas, kwantitas, analisis, karakteristik bahan (Quality quantities, analysis, material characteristic)
DR Kwantitas radiasi (Radiation quantities)
DS Kecepatan, frekwensi (Speed, velocity, frequency)
DT Suhu (Temperature)
DU Kwantitas gabungan (Combined quantities)
DV Kekentalan (Viscosity)
DW Berat, masa (Weight force, mass)
DX Flux netron, pengukuran daya reaksi (neutron flux, reactor power measurement)
DY Getaran, ekspansi (Vibration, expansion)
E Pemrosesan Isyarat (Signal processing)
EA Kontrol unit, dimungkinkan pembagian lebih lanjut, bila diperlukan (Unit controls subdivision as required possible)
EB Kontrol grup (Group Control)
EC Kontrol sub grup (Sub Group Control)
EE Kontrol subloop (Subloop Control)
EG Peringatan tanda bahaya (Alarm for danger) (subdivision as required possible)
EM Komputer penunjuk status (Status display computers, subdivision as required possible)
EP Komputer pengawas (Supervisory computer)
ER Pengamanan reaktor (Reaktor protection)
EU Pemrosesan dari katup terukur (Combined processingof measured valves)
EW Pengamanan (Protection, subdivision as required possible)
EY Pengamanan Unit peralatan yang tidak langsung (Protection, non equipment unit related)
EZ Pengaman unit peralatan (Equipment unit protection)
F Rangkaian pengukuran tak langsung (Indirect measuring circuits)
G Peralatan listrik (Electrical equipment)
GA Subdistributor, tabung bantalan untuk transmisi biner
(Subdistributor/bushing, binary transmission, subdivision as required possible)
GB Subdistributor, tabung bantalan untuk transmisi bukan biner (Subdistributor/bushing, non binary transmission)
GC Kotak penyambung untuk I&C transm. SLIT (Junction boxes for anal safety I&C transm. SLIT)
GD Kotak penyambung untuk kabel daya >= 1 kV (Junction boxes for power cables >= 1 kV)
GE Kotak penyambung untuk kabel daya < 1 kV (Junction boxes for power cables < 1 kV)
GF Kotak penyambung untuk penggunaan umum < 60 V (Junction boxes for general purpose < 60 V)
GG Pelindung bantalan kabel (Bushing cable covers)
GH Unit instalasi IC dan listrik (electrical and IC instal. unit)
GK Peralatan kontrol operator dan penampil informasi (Information display and operator control)


KODE UNIT UNIT PERALATAN (AGGREGATES)
GM Subdistribusi untuk sistem arus ringan (Subdistribution for light current systems)
GP Subdistribusi untuk penerangan (Subdistributor for lighting)
GQ Soket daya (Power sockets)
GR Peralatan pembangkit daya arus searah, baterey (Direct currentpower generating devices, batteries)
GS Peralatan penghubung, sejauh tidak diklasifikasikan untuk pemrosesan (Swichgear equipment, as far as not classified for
process engineering)
GT Peralatan transformator (Transformer equipment)
GU Peralatan konvertor (Convertor equipment)
GW Peralatan sumber daya (Power supply equipment)
GX Peralatan sistem penggerak (Actualion devices, electrical quantities)
GY Subdistributor untuk sistem arus ringan (Subdistributor for light current systems)
GZ Penunjang dan penggantung untuk peralatan listrik,instrumentasi dan kontrol (Hangers and supports for electrical and instrumentation and control equipment)
H Sub-pasangan dari mesin-mesin besar dan mesin-mesin utama (Subbassemblies of main and large machines)
HA Komponen rumah mesin (Machine casing parts)
HB Komponen rotor mesin (Machine rotor parts)
HD Komponen bantalan (Bearing parts)
J Elemen Nuklir (Nuclear elements)
JA Pasangan peredam (Absorber assemblies)
JB Pasangan bahan bakar (Fuel assemblies)
JC Sub pasangan pembibitan (Breeding subassemblies)
JD Elemen pembatas rendah (Low restrictors - elements)
JE Elemen peredam tidak tahan api (Burnable absorber elements)
JF Elemen reflektor (Reflector elemnets)
JG Elemen Plenum (Plenum elements)
JM Elemen moderator (Moderator elements)
JN Sumber Netron (Neutron sources)
JS Perlindungan (Shieldings)
LEVEL KOMPONEN PERALATAN
K Komponen Mekanik (Mechanical items)
KA Keran katup, katup, peta, keran air (Gate valves, calves, Maps, cocks)
KB Gerbang, pintu (Gates, doors)
KD Tangki penampung/bejana, sistem cairan (Vessels/surge tanks, fluid system)
KE Peralatan pembelok, penggerak, pengangkat, pemutar (Turning-, driving-, lifting-, swivel equipment)
KF Ban pembawa kontinyu, saluran pengisian, isolator (Continous conveyer, feeder, escalators)
KH Unit pemanas dan pendingin, digerakkan (Heat and cooling units, driven)
KJ Mesin penggiling (Crushing machines)
KK Mesin penekan dan pengepak (Pressing and packaging machines)
KM Pencampur, pengaduk (Mixer, stirrer)
KN Kompresor, pengembus (Compressor, blower)
KP Pompa (Pumps)
KT Mesin pemurnian, pengering, pemisah, penyaring (Purification machines, driers, separators, filter)
KU Transduser penguat daya (Transducer e.g. power amplifier)
KV Pembakar, peralatan pembakaran (Burners, combustion equipment)
KW Mesin perkakas (Working machine, machine tools)
KX Peralatan pemantau dan penguji, kaca duga (Test - monitoring equipment, sight glasses)
M Komponen Mekanik (Mechanical items)
MB R e m (Brakes)
MF Pondasi (Foundations)
MG Bok akselerasi (Gear box)
MK Kopeling (Clutches, couplings)
MM Mesin-mesin (Engine, not electric)
MR Komponen pemipaan (Piping parts)
MS Pengatur posisi, bukan listrik (Positioning drives,not electric)
MT Turbin bukan listrik (Turbine, not electric)
MU Elemen transmisi (Transmission elements)
Q Komponen kontrol dan instrumentasi, bukan listrik (Instrumentation and control items, NOT ELECTRICAL)
QA Penutup untuk komponen I&C (Enclosures for I&C component)
QB Pemancar, berdiri sendiri, tidak termasuk dalam QP)(Transmitter, omly, if not integated in QP)
QH Sistem penunjukan (Announciation system)
QN Pengontrol (Controller)
QP Peralatan pengukur, peralatan penguji (Measuring instruments, testing equipment)
QR Saluran tekanan diferensial (Differential pressures lines)
QS Tangki penyelaras (Equalizing tank)
QT Tabung pengaman, selongsong plunyer, hanya untuk pengaman sensor (Protection tubes, plunger sleeves, only for protection of the sensor)
QU Konvertor (Converters)
- Komponen listrik (Electrical items)
-A Pasangan dan sub pasangan (Assemblies, subbassemblies)
-B Tranduser dari bentuk listrik ke bentuk bukan listrik atau sebaliknya (Transduces, from non - electrical to electrical form or vice - versa)
-C Kondensor (Condensers)
-D Elemen penunda, peralatan memori, elemen biner (Delay elements, memory devices, binary elements)
-F Peralatan pengaman (Protective devices)
-G Generator (Generators)
-H Peralatan sinyal (Signalling devices)
-K Relei, kontraktor (Relays, contractors)
-L Induktor (Inductors)
-M Motor (Motors)
-N Penguat, peralatan kontrol (Amplifiers, controllers)
-P Peralatan pengukur, peralatan tes (Measuring equipment, testing equipment)
-Q Peralatan pemutus untuk rangkaian daya (Switching devices for power circuits)
-R Resistor (Resistors)
-S Pemutus, selektor (Switches, selectors)
-T Transformator (Transformers)
-U Modulator, pengubah (Modulators, changers)
-V Tabung, semi konduktor (Tubes, semiconductors)
-W Lintasan transmisi, pengarah gelombang, antena (Transmission paths, waveguides, aerials)
-X Terminal, tusuk kontak, soket (Terminals, plugs, sockets)
-Y Peralatan mekanis dioperasikan secara listrik (Electrically operated mechanical devices) e.g. lifting magnets, not electric motors)
-Z Terminasi, peralatan kompensasi, filter, pembatas, terminasi kabel (Terminations, compensating equipments, filters, limits
cable terminations)
X Sumber Isyarat
(Signal origins)
Y Apilkasi isyarat
(signal applications)
Z Isyarat terkendali
(gated signals)

MENTERI KEUANGAN,

ttd

J.B. S U M A R L I N