LAMPIRAN II

 

PERATURAN PEMERINTAH  REPUBLIK INDONESIA

 

NOMOR 53 TAHUN 2012

 

TENTANG

 

PERUBAHAN    KEDELAPAN    ATAS    PERATURAN

 

PEMERINTAH  NOMOR  14 TAHUN 1993 TENTANG

 

PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN SOSIAL

 

TENAGA KERJA

 

 

I.

BESARNYA JAMINAN KECELAKAAN KERJA

 

A.

Santunan

 

 

1.

Santunan Sementara Tidak Mampu Bekerja (STMB) 4 (empat) bulan pertama 100% x upah sebulan, 4 (empat) bulan kedua 75% x upah sebulan dan bulan seterusnya 50% x upah sebulan.

   

2.

Santunan cacat:

 

 

 

a.

santunan cacat sebagian untuk selama-lamanya dibayarkan secara sekaligus (lumpsum) dengan besarnya % sesuai tabel x 80 bulan upah.

 

 

 

b.

santunan cacat total untuk selama-lamanya dibayarkan secara sekaligus (lumpsum) dan secara berkala dengan besarnya santunan adalah:

 

 

 

 

b.l.

Santunan sekaligus sebesar 70% x 80 bulan upah;

 

 

 

 

b.2.

Santunan berkala dibayarkan sebesar Rp200.000,00 (dua ratus ribu rupiah) perbulan selama 24 (dua puluh empat) bulan atau dibayarkan dimuka sekaligus sebesar Rp4.800.000,00 (empat juta delapan ratus ribu rupiah) atas pilihan tenaga kerja yang bersangkutan.

 

 

 

c.

santunan cacat kekurangan fungsi dibayarkan secara sekaligus (lumpsum) dengan besarnya santunan adalah: % berkurangnya fungsi x % sesuai tabel x 80 (delapan puluh) bulan upah.

 

 

3.

Santunan kematian dibayarkan secara sekaligus (lumpsum) dan secara berkala dengan besarnya santunan adalah:

 

 

 

a.

santunan sekaligus sebesar 60% x 80 bulan upah, sekurang-kurangnya sebesar santunan kematian;

 

 

 

b.

santunan berkala dibayarkan sebesar Rp200.000,00 (dua ratus ribu rupiah) perbulan selama 24 (dua puluh empat) bulan atau dibayarkan dimuka sekaligus sebesar Rp4.800.000,00 (empat juta delapan ratus ribu rupiah) atas pilihan janda atau duda atau anak tenaga kerja yang bersangkutan;

 

 

 

c.

Biaya pemakaman dibayarkan sekaligus sebesar Rp2.000.000,00 (dua juta rupiah).

 

B.

Pengobatan dan perawatan sesuai dengan biaya yang dikeluarkan untuk:

 

 

1.

dokter;

 

 

2.

obat;

 

 

3.

operasi;

 

 

4.

rontgen, laboratorium;

 

 

5.

perawatan Puskesmas, Rumah Sakit Umum Pemerintah Kelas I atau Swasta yang setara;

 

 

6.

gigi;

 

 

7.

mata; dan/atau

 

 

8.

jasa tabib/sinshe/tradisional yang telah mendapat ijin resmi dari instansi berwenang.

 

 

Seluruh biaya yang dikeluarkan untuk peristiwa kecelakaan tersebut pada B.1. sampai dengan B.8. dibayar maksimum sebesar Rp20.000.000,00 (dua puluh juta rupiah).

 

Ba.

Biaya penggantian gigi tiruan maksimal sebesar Rp2.000.000,00 (dua juta rupiah).

 

C.

Biaya rehabilitasi harga berupa penggantian pembelian alat bantu (orthose) dan/atau alat pengganti (prothese) diberikan satu kali untuk setiap kasus dengan patokan harga yang ditetapkan oleh Pusat Rehabilitasi Rumah Sakit Umum Pemerintah dan ditambah 40% (empat puluh persen) dari harga tersebut serta biaya rehabilitasi medik maksimum sebesar Rp2.000.000,00(dua juta rupiah).

 

D.

Penyakit yang timbul karena hubungan kerja.

 

 

Besarnya santunan dan biaya pengobatan/biaya perawatan sama dengan huruf A dan huruf B.

 

E.

Biaya pengangkutan tenaga kerja dari tempat kejadian kecelakaan ke rumah sakit diberikan biaya penggantian sebagai berikut:

 

 

1.

Apabila hanya menggunakan jasa angkutan darat/sungai/danau maksimum sebesar Rp750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah);

 

 

2.

Apabila hanya menggunakan jasa angkutan laut maksimal sebesar Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah);

 

 

3.

Apabila hanya menggunakan jasa angkutan udara maksimal sebesar Rp 2.000.000,00 (dua juta rupiah).

 

 

4.

Apabila menggunakan lebih dari 1 (satu) jenis jasa angkutan, maka berhak atas biaya maksimal dari masing-masing jenis angkutan sebagaimana dimaksud pada angka 1, angka 2 dan/atau angka 3.

II.

TABEL PERSENTASE SANTUNAN TUNJANGAN CACAT TETAP SEBAGIAN DAN CACAT-CACAT LAINNYA.

 

  MACAM CACAT TETAP SEBAGIAN

% X UPAH

 

 

Lengan kanan dari sendi bahu kebawah

 

40

 

 

Lengan kiri dari sendi bahu ke bawah

 

35

 

 

Lengan kanan dari atau dari atas siku ke bawah

 

35

 

 

Lengan kiri dari atau dari atas siku ke bawah

 

30

 

 

Tangan kanan dari atau dari atas pergelangan ke bawah

 

32

 

 

Tangan kiri dari atau dari atas pergelangan ke bawah

 

28

 

 

Kedua belah kaki dari pangkal paha ke bawah

 

70

 

 

Sebelah kaki dari pangkal paha ke bawah

 

35

 

 

Kedua belah kaki dari mata kaki ke bawah

 

50

 

 

Sebelah kaki dari mata kaki ke bawah

 

25

 

 

Kedua belah mata

 

70

 

 

Sebelah mata atau diplopia pada penglihatan dekat

 

35

 

 

Pendengaran pada kedua belah telinga

 

40

 

 

Pendengaran pada sebelah telinga

 

20

 

 

Ibu jari tangan kanan

 

15

 

 

Ibu jari tangan kiri

 

12

 

 

Telunjuk tangan kanan

 

9

 

 

Telunjuk tangan kiri

 

7

 

 

Salah satu jari lain tangan kanan

 

4

 

 

Salah satu jari lain tangan kiri

 

3

 

 

Ruas pertama telunjuk kanan

 

4,5

 

 

Ruas pertama telunjuk kiri

 

3,5

 

 

Ruas pertama jari lain tangan kanan

 

2

 

 

Ruas pertama jari lain tangan kiri

 

1,5

 

 

Salah satu ibu jari kaki

 

5

 

 

Salah satu jari telunjuk kaki

 

3

 

 

Salah satu jari kaki lain

 

2

 

 

Terkelupasnya kulit kepala

 

10-30

 

 

Impotensi

 

30

 

 

Kaki memendek sebelah :

 

 

 

 

-

kurang dari 5 cm

 

10

 

 

-

5 cm sampai kurang dari 7,5 cm

 

20

 

 

-

7,5 cm atau lebih

 

30

 

 

Penurunan daya dengar kedua belah telinga setiap 10 desibel

 

6

 

 

Penurunan daya dengar sebelah telinga Setiap 10 desibel

 

3

 

 

Kehilangan daun telinga sebelah

 

5

 

 

Kehilangan kedua belah daun telinga

 

10

 

 

Cacat hilangnya cuping hidung

 

30

 

 

Perforasi sekat rongga hidung

 

15

 

 

Kehilangan daya penciuman

 

10

 

 

Hilangnya kemampuan kerja phisik :

 

 

 

 

-

51% - 70%

 

40

 

 

-

26%-50%

 

20

 

 

-

10%-25% 

 

5

 

 

Hilangnya kemampuan kerja mental tetap

 

70

 

 

Kehilangan sebagian fungsi penglihatan.

 

7

   

Setiap kehilangan efisiensi tajam penglihatan 10%.

   
   

Apabila efisiensi penglihatan kanan dan kiri berbeda, maka efisiensi penglihatan binokuler dengan rumus kehilangan efisiensi penglihatan: (3 x % efisiensi penglihatan terbaik) + % efisiensi penglihatan terburuk sebagian

   

 

 

Setiap kehilangan efisiensi tajam penglihatan 10%

 

7

 

 

Kehilangan penglihatan warna

 

10

 

 

Setiap kehilangan lapangan pandang 10%

 

7

   

 

   

 

 

 

 

 

 

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

 

 

 

 

 

 

                          ttd.

           

DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO